Popular Post

Shalat Agar Jiwa Kita Tenang

By : eLnusa Yunus

Raihlah Ketenangan Jiwa Dan Ketentraman Hati Dengan Mendirikan Shalat

tenang jiwa
Pernah stres?
Stres dan Shalat adalah dua hal yang saling berhubungan.Stres merupakan tekanan psikologis yang diakibatkan oleh berbagai hal.Rasa stres yang tinggi dan dibiarkan tanpa adanya penanganan yang serius akan bisa berubah status menjadi gila.Stres menjadi awal gangguan psikologis yang lebih parah.

Mengapa orang bisa stres?Penyebab utamanya adalah karena seorang tidak memiliki kayakinan terhadap Dzat Yang Maha Kuasa.

Lalu apa hubunganya stres dan Shalat?
  • Shalat menjadi obat stres
Bila anda sudah cukup rutin menjalankan shalat namun tetap juga mengalami stres,maka barangkali ibadah shalat sunah anda masih kurang,baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Didalam Al Quran disebutkan bahwa tidak akan dicapai suatu ketenangan batin kecuali hanya dengan mengingat Allah.Amalan lainya yang juga bisa membantu menghilangkan stres adalah dengan memperbanyak zikir,tilawah Al Quran,Qiyamullail dll.

  • Orang yang tidak shalat akan mudah stres
Stres dan shalat juga memiliki korelasi sebab akibat.Orang yang rajin shalat akan memiliki resiko lebih sedikit mengalami stres dibandingkan dengan mereka yang tidak shalat.
Bila anda hari ini termasuk pada orang Islam yang tidak shalat maka bersiaplah mengalami galau,resah dan stres dalam hidup.

Pesan dari saya,untuk menghindari tingkat stres yang terlalu sering bahkan menghilangkanya,maka Shalatlah wajib lima waktu,shalat malam,shalat dhuha yang khusuk dan kembalikan semua kepada yang memilki kehidupan yaitu Allah SWT.


Sumber,RenunganIslami.Net

Kenangan Bersama Mereka

By : eLnusa Yunus

Kenangan Bersama Sang Mantan (Perusahaan)


Diambil dari Foto Al Hadi-Ujung Genteng

PT.Hydro water technology,ya dulu aku kerja disana.Banyak pengalaman yang aku dapat selama hampir lima tahun.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang "Alat Penjernih Air" yang mereknya tidak diragukan lagi.

Bertemu dan berpisah sudah menjadi suratan manusia,  entah itu berpisah karena kurang cocoknya, atau berpisah karena memang sudah takdirnya. perih dan sakit kan merasuk kejiwa namun ketika hati kan bijak menerima segala kenyataan yang ada pasti semua kan baik-baik saja.

Tetaplah yakin bahwa apa yang terjadi itulah yang terbaik, jadi jangan pernah  larut dalam sedih kalau berpisah karena Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. apa yang baik menurut anda belum tentu  baik di mata Allah begito pula sebaliknya.



Berikut ini beberapa untaian KATA-KATA PERPISAHAN yang saya kutip dari butikbella.com : 



"Senandung hati ku tak pernah mengatakan ‘sayang’ untukmu. Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu. Bila kau tau disini aku selalu mengharap kau mengerti aku"



"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran "*Kahlil Gibran*



"Seseorang tidak melakukan hal yang benar di satu bagian kehidupannya sementara dia sibuk melakukan hal yang salah di bagian lain mana pun dari kehidupannya. Hidup adalah sebuah kesatuan yang tak terbagi-bagi" *Mahatma Gandhi*



"Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi"



"Cinta itu seperti crayon, warnailah hidup mu dengan sesukamu dengan cinta, hitam putih pun adalah warna cinta yang indah yang klasik namun abadi"



"Sejuta harapan akan terucap saat malam gelap bertabur bintang. Sejuta cinta akan tercurah saat hati gelap bertabur sayang"



"Perasaan memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, perasaan hanya bisa diungkapkan dari hati ke hati" 



"Air mata membersihkan hati dari penyakit untuk membenci dan mengajari manusia untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah hati"  *Odith*



"Mereka yang tidak dapat mengingat masa lampau ditakdirkan untuk mengulanginya"  *George Santayana*



"Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan"

Sedekah Memperlancar Rizki?

By : eLnusa Yunus
Alhamdullillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih kamaa yuhibbu Robbunaa wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.
Itulah yang sering kita lihat pada umat Islam saat ini. Mereka memang gemar melakukan puasa sunnah (yaitu puasa Senin-Kamis dan lainnya), namun semata-mata hanya untuk menyehatkan badan sebagaimana saran dari beberapa kalangan. Ada juga yang gemar sekali bersedekah, namun dengan tujuan untuk memperlancar rizki dan karir. Begitu pula ada yang rajin bangun di tengah malam untuk bertahajud, namun tujuannya hanyalah ingin menguatkan badan. Semua yang dilakukan memang suatu amalan yang baik. Tetapi niat di dalam hati senyatanya tidak ikhlash karena Allah, namun hanya ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi semata. Kalau memang demikian, mereka bisa termasuk orang-orang yang tercela sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut.
Penyedia Gambar:foto saya sendiri eLnusa Yunus

Dengan Amalan Sholeh Hanya Mengharap Keuntungan Dunia, Sungguh Akan Sangat Merugi

Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)
Yang dimaksud dengan “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia” yaitu barangsiapa yang menginginkan kenikmatan dunia dengan melakukan amalan akhirat.
Yang dimaksud “perhiasan dunia” adalah harta dan anak.
Mereka yang beramal seperti ini: “niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan”. Maksudnya adalah mereka akan diberikan dunia yang mereka inginkan. Ini semua diberikan bukan karena mereka telah berbuat baik, namun semata-mata akan membuat terlena dan terjerumus dalam kebinasaan karena rusaknya amalan mereka. Dan juga mereka tidak akan pernah yubkhosuun, yaitu dunia yang diberikan kepada mereka tidak akan dikurangi. Ini berarti mereka akan diberikan dunia yang mereka cari seutuhnya (sempurna).
Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Dengan banyak melakukan amalan sholeh, boleh jadi seseorang akan bertambah sehat, rizki semakin lancar dan karir terus meningkat.  Dan itu senyatanya yang mereka peroleh dan Allah pun tidak akan mengurangi hal tersebut sesuai yang Dia tetapkan. Namun apa yang mereka peroleh di akhirat?
Lihatlah firman Allah selanjutnya (yang artinya), “Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka”. Inilah akibat orang yang hanya beribadah untuk mendapat tujuan dunia saja. Mereka memang di dunia akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Adapun di akhirat, mereka tidak akan memperoleh pahala karena mereka dalam beramal tidak menginginkan akhirat. Ingatlah, balasan akhirat hanya akan diperoleh oleh orang yang mengharapkannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’: 19)
Orang-orang seperti ini juga dikatakan: “lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. Ini semua dikarenakan mereka dahulu di dunia beramal tidak ikhlas untuk mengharapkan wajah Allah sehingga ketika di akhirat, sia-sialah amalan mereka. (Lihat penjelasan ayat ini di I’aanatul Mustafid, 2/92-93)
Sungguh betapa banyak orang yang melaksanakan shalat malam, puasa sunnah dan banyak sedekah, namun itu semua dilakukan hanya bertujuan untuk menggapai kekayaan dunia, memperlancar rizki, umur panjang, dan lain sebagainya.
Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu- menafsirkan surat Hud ayat 15-16. Beliau –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya orang yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang telah mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”
Ibnu ‘Abbas juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.” Perkataan yang sama dengan Ibnu ‘Abbas ini juga dikatakan oleh Mujahid, Adh Dhohak dan selainnya.
Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlash dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, tafsir surat Hud ayat 15-16)

Hanya Beramal Untuk Menggapai Dunia, Tidak Akan Dapat Satu Bagianpun Di Akhirat

Kenapa seseorang beribadah dan beramal hanya ingin menggapai dunia? Jika seseorang beramal untuk mencari dunia, maka dia memang akan diberi. Jika shalat tahajud, puasa senin-kamis yang dia lakukan hanya ingin meraih dunia, maka dunia memang akan dia peroleh dan tidak akan dikurangi. Namun apa akibatnya di akhirat? Sungguh di akhirat dia akan sangat merugi. Dia tidak akan memperoleh balasan di akhirat disebabkan amalannya yang hanya ingin mencari-cari dunia.
Namun bagaimana dengan orang yang beramal dengan ikhlash, hanya ingin mengharap wajah Allah? Di akhirat dia akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)
Ibnu Katsir –rahimahullah- menafsirkan ayat di atas, “Barangsiapa yang mencari keuntungan di akhirat, maka Kami akan menambahkan keuntungan itu baginya, yaitu Kami akan kuatkan, beri nikmat padanya karena tujuan akhirat yang dia harapkan. Kami pun akan menambahkan nikmat padanya dengan Kami balas setiap kebaikan dengan sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat hingga kelipatan yang begitu banyak sesuai dengan kehendak Allah. … Namun jika yang ingin dicapai adalah dunia dan dia tidak punya keinginan menggapai akhirat sama sekali, maka balasan akhirat tidak akan Allah beri dan dunia pun akan diberi sesuai dengan yang Allah kehendaki. Dan jika Allah kehendaki, dunia dan akhirat sekaligus tidak akan dia peroleh. Orang seperti ini hanya merasa senang dengan keinginannya saja, namun barangkali akhirat dan dunia akan lenyap seluruhnya dari dirinya.”
Ats Tsauri berkata, dari Mughiroh, dari Abul ‘Aliyah, dari Ubay bin Ka’ab -radhiyallahu ‘anhu-, beliau mengatakan,
بشر هذه الأمة بالسناء والرفعة والدين والتمكين في الأرض فمن عمل منهم عمل الآخرة للدنيا لم يكن له في الآخرة من نصيب
Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib)
Terdapat pula riwayat dalam Al Baihaqi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بشر هذه الأمة بالتيسير والسناء والرفعة بالدين والتمكين في البلاد والنصر فمن عمل منهم بعمل الآخرة للدنيا فليس له في الآخرة من نصيب
Umat ini diberi kabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberi pertolongan. Barangsiapa yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia, maka dia tidak akan memperoleh satu bagian pun di akhirat. ”

Tanda Seseorang Beramal Untuk Tujuan Dunia

Al Bukhari membawakan hadits dalam Bab “Siapa yang menjaga diri dari fitnah harta”.
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ ، وَالدِّرْهَمِ ، وَالْقَطِيفَةِ ، وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ تَعِسَ وَانْتَكَسَ
Celakalah hamba dinar, dirham, qothifah dan khomishoh. Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak diberi, dia tidak ridho, dia akan celaka dan akan kembali binasa.” (HR. Bukhari).  Qothifah adalah sejenis pakaian yang memiliki beludru. Sedangkan khomishoh adalah pakaian yang berwarna hitam dan memiliki bintik-bintik merah. (I’aanatul Mustafid2/93)
Kenapa dinamakan hamba dinar, dirham dan pakaian yang mewah? Karena mereka yang disebutkan dalam hadits tersebut beramal untuk menggapai harta-harta tadi, bukan untuk mengharap wajah Allah. Demikianlah sehingga mereka disebut hamba dinar, dirham dan seterusnya. Adapun orang yang beramal karena ingin mengharap wajah Allah semata, mereka itulah yang disebut hamba Allah (sejati).
Di antara tanda bahwa mereka beramal untuk menggapai harta-harta tadi atau ingin menggapai dunia disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya: “Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak diberi, dia pun tidak ridho (murka), dia akan celaka dan kembali binasa”. Hal ini juga yang dikatakan kepada orang-orang munafik sebagaimana dalam firman Allah,
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (QS. At Taubah: 58)
Itulah tanda seseorang dalam beramal hanya ingin menggapai tujuan dunia. Jika dia diberi kenikmatan dunia, dia ridho. Namun, jika kenikmatan dunia tersebut tidak kunjung datang, dia akan murka dan marah. Dalam hatinya seraya berujar, “Sudah sebulan saya merutinkan shalat malam, namun rizki dan usaha belum juga lancar.” Inilah tanda orang yang selalu berharap dunia dengan amalan sholehnya.
Adapun seorang mukmin, jika diberi nikmat, dia akan bersyukur. Sebaliknya, jika tidak diberi, dia pun akan selalu sabar. Karena orang mukmin, dia akan beramal bukan untuk mencapai tujuan dunia. Sebagian mereka bahkan tidak menginginkan mendapatkan dunia sama sekali. Diceritakan bahwa sebagian sahabat tidak ridho jika mendapatkan dunia sedikit pun. Mereka pun tidak mencari-cari dunia karena yang selalu mereka harapkan adalah negeri akhirat. Semua ini mereka lakukan untuk senantiasa komitmen dalam amalan mereka, agar selalu timbul rasa harap pada kehidupan akhirat. Mereka sama sekali tidak menyukai untuk disegerakan balasan terhadap kebaikan yang mereka lakukan di dunia.
Akan tetapi, barangsiapa diberi dunia tanpa ada rasa keinginan sebelumnya dan tanpa ada rasa tamak terhadap dunia, maka dia boleh mengambilnya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits dari ‘Umar bin Khottob,
قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُعْطِينِى الْعَطَاءَ فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّى. حَتَّى أَعْطَانِى مَرَّةً مَالاً فَقُلْتُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خُذْهُ وَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ وَمَا لاَ فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ ».
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan suatu pemberian padaku.” Umar lantas mengatakan, “Berikan saja pemberian tersebut pada orang yang lebih butuh (lebih miskin) dariku. Sampai beberapa kali, beliau tetap memberikan harta tersebut padaku.” Umar pun tetap mengatakan, “Berikan saja pada orang yang lebih butuh (lebih miskin) dariku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Ambillah harta tersebut dan harta yang semisal dengan ini di mana engkau tidak merasa mulia dengannya dan sebelumnya engkau pun tidak meminta-mintanya. Ambillah harta tersebut. Selain harta semacam itu (yang di mana engkau punya keinginan sebelumnya padanya), maka biarkanlah dan janganlah hatimu bergantung padanya.”  (HR. Bukhari dan Muslim).
Sekali lagi, begitulah orang beriman. Jika dia diberi nikmat atau pun tidak, amalan sholehnya tidak akan pernah berkurang. Karena orang mukmin sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya. Adapun orang yang selalu mengharap dunia dengan amalan sholehnya, dia akan bersikap berbeda. Jika dia diberi nikmat, baru dia ridho. Namun, jika dia tidak diberi, dia akan murka dan marah. Dia ridho karena mendapat kenikmatan dunia. Sebaliknya, dia murka karena kenikmatan dunia yang tidak kunjung menghampirinya padahal dia sudah gemar melakukan amalan sholeh. Itulah sebabnya orang-orang seperti ini disebut hamba dunia, hamba dinar, hamba dirham dan hamba pakaian.

Beragamnya Niat dan Amalan Untuk Menggapai Dunia

Niat seseorang ketika beramal ada beberapa macam:
[Pertama] Jika niatnya adalah murni untuk mendapatkan dunia ketika dia beramal dan sama sekali tidak punya keinginan mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat, maka orang semacam ini di akhirat tidak akan mendapatkan satu bagian nikmat pun. Perlu diketahui pula bahwa amalan semacam ini tidaklah muncul dari seorang mukmin. Orang mukmin walaupun lemah imannya, dia pasti selalu mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat.
[Kedua] Jika niat seseorang adalah untuk mengharap wajah Allah dan untuk mendapatkan dunia sekaligus, entah niatnya untuk kedua-duanya sama atau mendekati, maka semacam ini akan mengurangi tauhid dan keikhlasannya. Amalannya dinilai memiliki kekurangan karena keikhlasannya tidak sempurna.
[Ketiga] Adapun jika seseorang telah beramal dengan ikhlash, hanya ingin mengharap wajah Allah semata, akan tetapi di balik itu dia mendapatkan upah atau hasil yang dia ambil untuk membantunya dalam beramal (semacam mujahid yang berjihad lalu mendapatkan harta rampasan perang, para pengajar dan pekerja yang menyokong agama yang mendapatkan upah dari negara setiap bulannya), maka tidak mengapa mengambil upah tersebut. Hal ini juga tidak mengurangi keimanan dan ketauhidannya, karena semula dia tidak beramal untuk mendapatkan dunia. Sejak awal dia sudah berniat untuk beramal sholeh dan menyokong agama ini, sedangkan upah yang dia dapatkan adalah di balik itu semua yang nantinya akan menolong dia dalam beramal dan beragama. (Lihat Al Qoulus Sadiid, 132-133)
Adapun amalan yang seseorang lakukan untuk mendapatkan balasan dunia ada dua macam:
[Pertama] Amalan yang tidak disebutkan di dalamnya balasan dunia. Namun seseorang melakukan amalan tersebut untuk mengharapkan balasan dunia, maka semacam ini tidak diperbolehkan bahkan termasuk kesyirikan.
Misalnya: Seseorang melaksanakan shalat Tahajud. Dia berniat dalam hatinya bahwa pasti dengan melakukan shalat malam ini, anaknya yang akan lahir nanti adalah laki-laki. Ini tidak dibolehkan karena tidak ada satu dalil pun yang menyebutkan bahwa dengan melakukan shalat Tahajud akan mendapatkan anak laki-laki.
[Kedua] Amalan yang disebutkan di dalamnya balasan dunia. Contohnya adalah silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Semisal silaturrahim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Barangsiapa senang untuk dilapangkan rizki dan dipanjangkan umurnya, maka jalinlah tali silaturrahim (hubungan antar kerabat).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika seseorang melakukan amalan semacam ini, namun hanya ingin mengharapkan balasan dunia saja dan tidak mengharapkan balasan akhirat, maka orang yang melakukannya telah terjatuh dalam kesyirikan. Namun, jika dia melakukannya tetap mengharapkan balasan akhirat dan dunia sekaligus, juga dia melakukannya dengan ikhlash, maka ini tidak mengapa dan balasan dunia adalah sebagai tambahan nikmat untuknya karena syari’at telah menunjukkan adanya balasan dunia dalam amalan ini.

Perbedaan dan Kesamaan Beramal untuk Meraih Dunia dengan Riya’

Syaikh Muhammad At Tamimi –rahimahullah- membawakan pembahasan ini dalam Kitab Tauhid pada Bab “Termasuk kesyirikan, seseorang beribadah untuk mencari dunia”. Beliau –rahimahullah- membawakannya setelah membahas riya’. Kenapa demikian?
Riya’ dan beribadah untuk mencari dunia, keduanya sama-sama adalah amalan hati dan terlihat begitu samar karena tidak nampak di hadapan orang banyak. Namun, Keduanya termasuk amalan kepada selain Allah Ta’ala. Ini berarti keduanya termasuk kesyirikan yaitu syirik khofi (syirik yang samar).  Keduanya memiliki peredaan. Riya’ adalah beramal agar dilihat oleh orang lain dan ingin tenar dengan amalannya. Sedangkan beramal untuk tujuan dunia adalah banyak melakukan amalan seperti shalat, puasa, sedekah dan amalan sholeh lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan balasan segera di dunia semacam mendapat rizki yang lancar dan lainnya.
Tetapi perlu diketahui, para ulama mengatakan bahwa amalan seseorang untuk mencari dunia lebih nampak hasilnya daripada riya’. Alasannya, kalau seseorang melakukan amalan dengan riya’, maka jelas dia tidak mendapatkan apa-apa. Namun, untuk amalan yang kedua, dia akan peroleh kemanfaatan di dunia. Akan tetapi, keduanya tetap saja termasuk amalan yang membuat seseorang merugi di hadapan Allah Ta’ala. Keduanya sama-sama bernilai syirik dalam niat maupun tujuan. Jadi kedua amalan ini memiliki kesamaan dari satu sisi dan memiliki perbedaan dari sisi yang lain.

Kenapa Engkau Tidak Ikhlash Saja dalam Beramal?

Sebenarnya jika seseorang memurnikan amalannya hanya untuk mengharap wajah Allah dan ikhlash kepada-Nya niscaya dunia pun akan menghampirinya tanpa mesti dia cari-cari. Namun, jika seseorang mencari-cari dunia dan dunia yang selalu menjadi tujuannya dalam beramal, memang benar dia akan mendapatkan dunia tetapi sekadar yang Allah takdirkan saja. Ingatlah ini … !!
Semoga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa menjadi renungan bagi kita semua,
مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)
Marilah –saudaraku-, kita ikhlashkan selalu niat kita ketika kita beramal. Murnikanlah semua amalan hanya untuk menggapai ridho Allah. Janganlah niatkan setiap amalanmu hanya untuk meraih kenikmatan dunia semata. Ikhlaskanlah amalan tersebut pada Allah, niscaya dunia juga akan engkau raih. Yakinlah hal ini …!!
Semoga Allah selalu memperbaiki aqidah dan setiap amalan kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala wa alihi wa shohbihi wa sallam.

Rujukan:
  1. Al Qoulus Sadiid Syarh Kitab At Tauhid, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Wizarotusy syu’un Al Islamiyyah wal Awqof wad Da’wah wal Irsyad-Al Mamlakah Al ‘Arobiyah As Su’udiyah.
  2. I’aanatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid, Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan.
  3. At Tamhid li Syarhi Kitabit Tauhid, Sholeh bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh, Daar At Tauhid.
  4. Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al Qurosyi Ad Dimasyqi, Tahqiq: Saami bin Muhammad Salamah, Dar Thobi’ah Lin Nasyr wat Tauzi’.
  5. Tuhfatul Ahwadzi bi Syarhi Jaami’it Tirmidzi, Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdirrahim Al Mubarakfuriy Abul ‘Alaa, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut.

****
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel https://rumaysho.com
Disusun di rumah mertua tercinta, Panggang, Gunung Kidul
Sabtu sore, 22 Rabi’uts Tsani 1430 H

13 Tempat Wisata Di Kebumen

By : eLnusa Yunus


Kebumen, kabupaten yang satu ini mungkin memang jarang terlintas di benak para penggemar traveling. Tapi jangan salah, Kebumen juga punya banyak tempat-tempat seru yang sangat layak untuk dijelajahi
Sebagai salah satu kabupaten yang berbatasan dengan Samudra Hindia, Kebumen tentu saja punya deretan pantai yang senantiasa menunggu untuk dikunjungi. Walaupun kenyataannya, beberapa pantai di Kebumen masih belum terlalu terjamah
Objek wisata di Kebumen tidak terbatas hanya pada pantai. Di Gombong misalnya, ada sebuah benteng besar berwarna merah yang menjadi salah satu kebanggan warga Kebumen. Benteng peninggalan Belanda ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa Kebumen adalah salah satu bagian penting dari sejarah Indonesia
Nah, kalau kamu ingin traveling ke Kebumen dan sedang menyusun itinerary, berikut ini adalah tempat-tempat yang bisa kamu pertimbangkan

1. Pantai Ayah / Pantai Logending

pantai ayah
Pantai Logending atau juga sering disebut dengan pantai Ayah merupakan salah satu wisata andalan di Kebumen. Jadi wajar kalau pantai ini cenderung ramai dibandingkan beberapa pantai lain di Kebumen
Pantai Ayah memang tidak memiliki pasir putih yang menjadi idaman para penggemar pantai. Namun, pesona pantai ini cukup cantik dan layak untuk dijelajahi. Dikeliling oleh tebing-tebing karang, ombak di Pantai Ayah ini cukup aman untuk berenang meski harus tetap waspada

2. Pantai Suwuk

pantai suwuk
Pantai Suwuk juga merupakan salah satu pantai yang cukup ramai dan menjadi salah satu wisata andalan di Kebumen. Setiap harinya pantai ini tak pernah sepi pengunjung
Pantai Suwuk berada di desa Suwuk, kecamatan Puring. Sekitar 50 km dari kota Kebumen. Pantai ini merupakan tetangga sebelah dari Pantai Karangbolong. Sebagai salah satu objek wisata yang cukup ramai dan terkenal, pantai Suwuk memiliki beberapa fasilitas yang terbilang lengkap. Di pantai ini kamu bisa menjelejah pantai sambil menunggang kuda. Di pantai ini terdapat sebuah pesawat Garuda Boeing 737 yang sekaligus menjadi salah satu daya tarik pantai

3. Pantai Karangbolong

karang bolong kebumen2
Tak mau kalah dengan sang tetangga (Pantai Suwuk), Pantai Karang Bolong juga selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sama seperti pantai Suwuk, di sekitar pantai Karang Bolong juga sudah terdapat banyak sekali warung
Meski bertetangga, Pantai Suwuk dan Pantai Karang Bolong terletak di kecamatan yang berbeda. Jika pantai Suwuk berada di kecamatan Puring maka pantai Karang Bolong berlokasi di Kecamatan Buayan. Karakterik kedua pantai juga tidak jauh berbeda yakni memiliki pasir abu-abu serta terdapat banyak batu karang. Pantai Karang Bolong dikelilingi oleh bukit-bukit yang cukup tinggi serta dereta pohon kelapa yang membuat suasana pantai nya benar-benar terasa

4. Pantai Petanahan

Pantai Petanahan
Pantai Petanahan memiliki air laut yang cukup jernih dan konon pantai ini pernah menjadi salah satu primadona wisata pantai di Kebumen. Pantai yang terletak di Desa Munggu, Kecamatan Petanahan ini mempunyai sebuah cerita legenda
Sebelum menjadi pantai Petanahan, pantai ini dulunya bernama Pantai Karanggadung. Menurut cerita legenda yang beredar, dahulu kala ada seorang istri bernama Dewi Sulastri. Ia adalah istri dari Raden Sujono yang merupakan seorang abdi di Pucung Kembar. Ketika Raden Sujono sedang bertugas sang istri diculik oleh Joko Puring yang pernah menaruh hati pada Dewi Sulastri. Dewi Sulastri diculik hingga ke Pantai Karanggadung dan dipaksa untuk menjadi istrinya. Namun Dewi Sulastri tetap menolak hingga akhirnya datanglah Raden Sujono menyelamatkan Dewi Sulastri

5. Pantai Menganti

pantai meganti
Pantai yang satu ini juga punya cerita legenda kisah percintaan. Dikisahkan, pada jaman dahulu ada seorang panglima perang Majapahit yang menjalin cinta dengan seorang gadis. Namun, cinta keduanya tidak mendapat restu hingga akhirnya sang panglima memutuskan untuk kabur
Keduanya janjian untuk bertemu di pantai ini. Namun, sepanjang hari menunggu sang pujaan hati tak jua muncul dan meninggalkan pangeran dalam penantian. Hingga muncullah nama “Meganti” sebagai nama dari pantai ini. Pantai ini memiliki pesona yang sangat cantik dan sangat natural. Pantai ini masih sangat sepi sehingga sangat cocok untuk kamu yang suka menjelajah. Di sekitar pantai ini ada sebuah mercusuar peninggalan jaman Belanda yang bisa digunakan untuk melihat luasnya Samudra Hindia

6. Pantai Karang Agung

karangagung
Jangan mengharapkan adanya pasir putih di pantai yang satu ini karna harapanmu pasti akan sia-sia. Jangankan pasir putih, sekedar pasir saja sulit ditemui di pantai ini. Meski demikian, bukan berarti pantai tak layak untuk dikunjungi
Justru itulah yang menjadi daya tarik pantai ini. Pantai Karang Agung dipenuhi oleh batu-batu karang di sepanjang pantai. Sedikit menjolok ke laut berdiri sebuah batu karang yang cukup besar. Pantai ini sangat sepi pengunjung karna konon dikeramatkan oleh penduduk setempat. Namun, bukan berarti tak boleh dikunjungi. Justru karna sepi, pantai ini sangat pas untuk mengasingkan diri dari keramaian

7. Pantai Pecaron

Pantai Pecaron
Pantai Pecaron memang tidak terlalu luas. Namun suasana disana terasa sangat menyenangkan karna masih sangat sepi dan natural. Pantai ini berada di kecamatan Ayah. Sama dengan pantai Meganti dan pantai Logending
Seperti pantai-pantai lain di Kebumen, pantai ini memiliki pasir berwarna abu namun cukup bersih dikarenakan tidak banyak wisatawan yang datang kesini. Dengan kondisi demikian (sepi), pantai ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai pantai yang tidak terlalu ramai

8. Goa Barat

Goa Barat
Untuk kamu yang menyukai caving, sepertinya wajib untuk melakukan penjelejahan Goa Barat. Sebuah goa super keren yang terdapat di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah. Goa ini benar-benar alami dan memiliki pesona luar biasa
Di kedalaman goa ini terdapat air terjun yang mengalir indah setinggi kira-kira 32 meter. Pesona stalaktit dan stalakmit di goa ini akan membuat mulut tak henti-henti mengucap kekaguman. Untuk menjaga kondisi goa agar tetap natural, pengunjung goa dibatasi. Biasanya hanya diperbolehkan 10 orang dalam satu kunjungan. Itupun dengan seorang pemandu. Goa ini dibuka untuk tujuan wisata minat khusus pada tahun 2012 yang dikelola oleh masyarakat setempat

9. Curug Silancur

Curug Silancur
Beralih ke wisata air terjun. Di Kebumen ada sebuah air terjun super cantik bernama Curug Silancur. Sebuah air terjun alami yang lokasinya belum begitu diketahui banyak orang
Penjelajah sejati wajib mengunjungi air terjun ini. Air yang jatuh dari ketinggian tebing terasa menyegarkan. Ditambah lagi dengan suasana yang masih sangat sepi karna aksesnya yang tak mudah. Air terjun ini belum dikelola sebagai objek wisata komersial murni. Belum ada loket penjual karcis. Yang ada hanyalah penitipan sepeda motor denga tarif Rp 5.000

10. Waduk Sempor

Waduk Sempor
Waduk Sempor merupakan sebuah waduk cantik yang menawarkan indahnya pesona alam di sekelilingnya. Hijaunya pemandangan di sekitar waduk mampu menghadirkan kesejukan di mata dan pikiran
Waduk Sempor berada di Desa Sempor, kecamatan Sempor. Sekitar 4 km dari Gombong. Waduk ini mulai dibangun pada tahun 1958 dan selesai tahun 1978. Waduk Sempor mampu menghadirkan kesejukan di tengah udara kebumen yang relatif panas

11. Benteng Van der Wijck


Benteng Van der Wijck
Benteng berwarna merah ini merupakan sebuah peninggalan Belanda. Dibangun pada abad ke-18. Benteng ini merupakan salah satu saksi bisu sejarah Indonesia yang sangat panjang
Luas Benteng Van der Wijck ini sekitar 3.606 m² dengan tinggi mencapai 9,6 meter. Benteng ini mempunyai beberapa barak yang dulunya adalah barak para tentara. Konon benteng ini dulu pernah dijadikan tempat sekolah militer. Saat ini fungsi benteng Van der Wijck adalah murni untuk wisata sejarah. Di atas atap benteng terdapat wahana kereta mini yang bisa digunakan pengunjung untuk berkeliling mengitari benteng sambil menikmati pemandangan benteng dari atas

12. Bukit Pranji

Bukit Pranji
Untuk kamu yang ingin mencari panorama sunrise di Kebumen, Bukit Pranji menjadi tempat yang sangat pas. Di tempat ini kamu bisa menikmati pemandangan sunrise yang sangat luar biasa cantik. Tempat ini menjadi lokasi favorite di Kebumen untuk menikmati sunrise
Bahkan, ada juga yang sengaja mendirikan tenda dan bermalam di bukit ini demi menikmati indahnya matahari pagi yang menyembul dari ufuk timur. Lokasi bukit ini berada di Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan

13. Goa Jatijajar

goa jatijajar
Kecamatan Ayah sepertinya menjadi penyumbang terbanyak objek wisata di Kebumen. Selain pantai Meganti, pantai Logending hingga Goa Barat, masih ada lagi objek wisata lain disana yakni Goa Jatijajar. Goa Jatijajar ini cukup terkenal di luar Kebumen
Goa Jatijajar adalah sebuah goa kapur yang panjangnya sekitar 250 meter dengan tinggi rata-rata 12 meter. Goa ini berada pada 50 meter dari dasar laut. Goa jajar merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kebuman. Jadi, penjelajahanmu di Kebuman akan terasa kurang lengkap tanpa mengunjungi tempat yang satu ini

- Copyright © Dunia Yunus - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -